Pengertian Lafadz Dalam Nahwu Lahul Fatihah dan Istilah Lainnya

Ketika sedang ada acara tahlilan, para imam kerap membaca lahul fatihah sebelum membacakan doa. Sehingga bagi beberapa orang banyak yang bertanya terkait pengertian lafadz dalam nahwu Lahul Fatihah.

Selain sebutan tersebut ada juga lafadz lain yang kerap dibaca oleh setiap imam. Misalnya laha al-fatihah, lahumul fatihah dan beberapa istilah lain. Bagi setiap warga makna seperti ini perlu diketahui agar semakin mendalami apa yang dibaca. 

Read More

Selain itu lafadz tersebut sebenarnya lebih merujuk kepada orang mati yang dikirimi al fatihah. Ketika salah dalam menyebut maka maknanya berubah dan dikhawatirkan tidak sampai kepada mayit atau para almarhumin. 

Pengertian Lafadz Dalam Nahwu Lahul Fatihah

Sebelum merujuk pada makna maka perlu diketahui akan kedudukan lafadz ‘al-fatihah’ pada bacaan tersebut. Menurut ilmu nahwu, kedudukan bacaan itu adalah maf’ul dari fi’il (kata kerja) dan artinya bacalah al-fatihah. 

Sedangkan lafadz lahul memiliki arti untuknya, sehingga ketika digabung maknanya bacalah al-fatihah untuknya. Perlu digaris bawahi bahwa kata lahu sebenarnya ditujukan untuk orang tertentu. 

Kata lahu dalam lafadz tersebut digunakan kepada satu orang laki-laki yang sudah meninggal. Untuk laki-lakinya tidak ada ketentuan baik itu kakak, ayah, adik atau siapapun yang laki-laki maka menggunakan lafadz lahul. 

Istilah dan Pengertian Lafadz Selain Lahul Fatihah

Selain lahul fatihah di atas sebenarnya masih ada beberapa lafadz lain yang kerap diucapkan oleh setiap imam dan beriktu penjelasannya:

Lahal Fatihah

Selain menyebutkan lafadz lahal fatihah ada juga beberapa imam yang membaca laha al-fatihah. Keduanya sama-sama benar dan lafadz tersebut sebenarnya gabungan dari dua kata yaitu laha dan al-fatihah. 

Ketika diterjemahkan maka arti dari lafadz tersebut adalah untuknya bacaan al-fatihah. Sekilas kata ini sama dengan di atas namun ada perbedaan subjek yang dituju. 

Bacaan laha ini ditujukan untuk satu orang wanita yang sudah meninggal dan akan dikirimi al-fatihah. Umumnya bacaan lengkapnya khususon ila ruhi ikhwati lahal fatihah. Kalimat tersebut memiliki arti, bacaan ini dikhususkan kepada saudara perempuanku, alfatihah.

Lahumal Fatihah 

Lafadz di atas berasal dari gabungan dua kata yaitu lahuma dan al-fatihah. Jika digabungkan artinya bacaan al-fatihah ini ditujukan ke mereka berdua. Namun makna berdua ini lebih spesifik dan ini berlaku untuk dua orang laki-laki atau dua orang perempuan. 

Selain itu bacaan ini juga bisa untuk satu orang pria dan satu orang wanita. Misalnya kamu berdoa untuk ayah dan ibu yang sudah meninggal maak menggunakan lafadz lahuma 

Bentuk bacaan atau redaksinya sebagai berikut khususon ila ruuhi abi wa umi, lahumal fatihah. Arti bacaan itu adalah bacaan ini dikhususkan untuk ayah dan ibu, al-fatihah. 

Lahumul Fatihah

Beberapa istilah lain yang sering dibaca oleh imam diantaranya lahumul fatihah. Bacaan tersebut hampir sama dengan lahuma hanya saja untuk lafadz lahumu lebih ke yang sifatnya jamak. 

Arti umum dari kata lahumul fatihah adalah untuk bacaan al-fatihah ini. Kata ‘nya’ dalam bacaan itu dikhususkan untuk banyak orang sekaligus. Namun ukurannya minimal harus ada 3 orang yang dibacakan al-fatihah. 

Sehingga bila yang dikhususkan ada 4 atau lebih maka bacaannya tetap lahumul fatihah. Bentuk bacaannya seperti “Ilaa Jami’i arwahi ahlil kubur, minal muslimin wal muslimat ghafarollahu lahumul Faatihah”. 

Arti dari bacaan tersebut adalah untuk segenap ahli kubur dari kaum muslimin. Semoga Allah mengampuni semua dosa-dosa mereka, untuk mereka bacaan al-fatihah. 

Syaiun Lillahi Lahumul Fatihah

Istilah terakhir ada syaiun lillahi lahumul fatihah yang artinya hanya karena Allah untuk mereka bacaan al-fatihah ini. Maknanya kalimat tersebut termasuk ungkapan bahwa segala sesuatu yang ada di dunia adalah milik Allah. 

Selain itu, harapan dari bacaan tersebut adalah memohon pertolongan kepada Allah lewat perantara membaca al-fatihah. Hal ini sejalan dengan kitab “Qurratul Ain Bi Fataawy karangan Syeikh Ismail Az-Zain. 

Dalam kitab disebutkan jika lafadz itu artinya mengharap ridho dan pertolongan dari Allah. Selain itu, kalimat itu juga bentuk pengakuan bahwa segala keinginan dan kebutuhan di pasrahkan kepada Allah. 

Contoh Penggunaan Lahul Fatihah Kepada Orang yang Sudah Meninggal

Setelah memahami arti maka kamu perlu mengetahui susunan doa ketika akan mengirimkan fatihah kepada orang yang sudah meninggal. Doa ini bisa untuk satu orang atau beberapa orang dan berikut ulasannya:

Orang Tua Laki-Laki

Kategori orang tua yang laki-laki ini bisa bapak, kakek yang lainnya. Bila salah satu dari mereka sudah meninggal maka sebelum membaca al-fatihah sebaiknya membaca doa berikut:

Khusuushon ilaa ruuhi abii ….. bin …. allahumaghfir lahu warhamhu wa’afihi wa’fu ‘anhu, lahul fatihah.

artinya : Doa ini dikhususkan kepada ayah bin (nama kakek). Semoga Allah mengampuni segala dosanya, kasihanilah ia, sejahterakan ia dan ampunilah dosa dan kesalahannya.

Doa untuk Suami

Doa khususon selain bisa untuk orang tua juga dapat dilakukan kepada suami. Bila suami sudah tiada maka cara membaca doanya adalah sebagai berikut:

“Khusuuushon ilaa ruuhi zauji …. bin …. allahummaghfir lahu warhamhu wa’afihi wa’fu ‘anhu, lahul fatihah”. 

artinya : Doa ini dikhususkan kepada suami bin (nama orang tua laki-laki). Semoga Allah mengampuni segala dosanya, kasihanilah ia, sejahterakan ia dan ampunilah dosa dan kesalahannya. 

Doa untuk Anak Laki-Laki

Untuk doa bagi anak laki-laki sebenarnya sama dengan untuk suami. Hanya saja kamu perlu mengganti lafadz zauji dengan ibnati lalu dilanjutkan dengan nama anak yang sudah meninggal. 

Doa untuk Istri

Membaca lahul fatihah juga bisa dilakukan untuk istri dan lafadznya hampir sama seperti di atas. Kamu cukup mengganti kalimat zauji dengan kalimat zaujati dan dilanjutkan dengan menyebutkan nama istrinya saja. 

Apa yang Perlu Dibaca Setelah Membaca Lahul Fatihah?

Setelah membaca doa seperti di atas, kamu bisa membaca al-qur’an. Namun dalam bacaan ini lebih banyak dikhususkan untuk membaca yasin dan tahlil. Selain membaca itu bisa juga membaca surat-surat lain lain dalam Al-qur’an. 

Pilihan bacaan tersebut karena pahalanya yang besar dan cukup berpengaruh kepada mayit di alam barzah. Namun opsi lain bisa juga membaca sholawat dan dikhususkan kepada mereka yang sudah meninggal. 

Kapan Waktu yang Tepat untuk Membaca Lahul Fatihah?

Untuk membaca kalimat tersebut umumnya dilakukan ketika 7 hari, 40 hari atau 100 hari dari meninggalnya mayit. Namun bacaan ini sebenarnya bisa juga dibaca kapan saja sebelum membaca al-qur’an atau sholawat. Tujuannya agar apa yang kamu baca pahalanya bisa sampai kepada mereka yang sudah meninggal

Jadi pengertian lafadz dalam nahwu lahul fatihah adalah bacaan fatihah ini untuknya. Kata lahu ini maknanya bacaan tersebut dikhususkan bagi satu orang laki-laki yang meninggal. 

Sedangkan untuk satu orang wanita yang meninggal menggunakan lafadz laha. Istilah-istilah seperti ini perlu dipahami agar sebelum membaca al-qur’an, kamu bisa membaca lafadz seperti di atas.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *