Isim Maushul: Pengertian dan Pembagiannya

Bagi kamu yang ingin memperdalam ilmu bahasa Arab maka perlu juga memahami isim maushul. Kata kerja satu ini secara umum terbagi menjadi dua bagian, yakni Mukhtash dan Musytarak. 

Dari setiap pembagian isim tersebut juga masih ada beberapa alamat atau tanda yang harus dipahami. Untuk memahami itu, artikel ini akan membahas tuntas terkait pembagian berikut dengan contoh-contohnya

Read More

Apa itu Isim Maushul?

Secara bahasa, maushul berasal dari kata bahasa Arab وصل – يوصل yang artinya menyambung atau menghubungkan. Lalu, lafadz maushul juga masuk dalam kategori isim maf;ul. Dengan dengan isim maushul adalah isim yang disambungkan. 

Sedangkan secara istilah, isim maushul adalah isim yang tidak memiliki makna yang sempurna. Namun, ada pengecualian dimana isim itu tidak mengandung syibhul jumlah atau jumlah setelahnya. 

Pembagian Isim Maushul dan Contohnya

Isim maushul terdiri dari beberapa bagian dan berikut contoh-contohnya:

Isim Maushul Mukhtash

Jenis isim ini menunjukkan akan kata yang dibatasi dengan beberapa lafadz tertentu dan berikut penjelasannya:

Alladzi (الَّذِي) 

Lafadz ini hanya dikhususkan untuk yang mufrad mudzakkar dan dihukumi sebagai mabni sukun. Contohnya 

Khusus untuk bentuk mufrad mudzakar, baik berakal maupun tidak. Dia dihukumi mabni sukun. Contoh:

رَأيْتُ الَّذِي جَلَسَ عَلى الكُرْسِي الَّذِي أمَامَ المُدَرِّسِ (Aku melihat dia (yang) duduk diatas kursi (yang kursi tersebut) di depan Guru).

Allati (الَّتِي) 

Huruf ini hanya dikhususkan pada mufrodah muannats dan dihukumi mabni sukun juga. Contoh 

Khusus untuk bentuk mufradah muannats, baik berakal maupun tidak. Ia dihukumi mabni sukun. Contoh: رَأيْتُ الَّتِي وَقَفَتْ أَمَامَ السَّيارةِ الَّتِي أمَامَ المَدْرَسَةِ (Aku melihat orang cewek (yang) berdiri didepan mobil (yang mobil itu) di depan sekolah)

Alladzani (اللَّتَانِ) 

Kata alladzani lebih dikhususkan untuk yang mutsana muannats, baik yang berakal atau tidak. Lalu, kata ini juga dihukumi i’rab mutsanna yaitu nashab dan jer memakai ya’i dan rafa’ menggunakan alif. Contoh 

فَازَتْ الطَّالِبَتَانِ اللَّتَانِ شَارَكَتَا فِي مُسَابَقَةِ تِلاَوَةِ القرآن (Dua siswi (yang) ikut lomba tilawah al-Qur’an telah menang).

Alulaa (الأُلَى) 

Kata di atas lebih dikhususkan untuk yang jamak baik muannats atau mudzakkar dan berakal dan tidak. Lalu, kata ini juga dihukumi mabni sukun, berikut contohnya: 

سَعَدَنِي الطّلابُ الأُلَى نَجَحُوْا فِي الامتِحَانِ (Para siswa (yang) lulus ujian membuatku bahagia)

Jadi itulah beberapa pembahasan terkait isim maushul dimana pembagiannya ada yang mukhtas dan musytarak. Setiap isim ini juga ada beberapa lafadz tertentu mulai dari kata alulaa, allati, ma, man dan yang lainnya. 

 

Isim Maushul Musytarak

Jenis isim ini merupakan isim maushul yang sifatnya umum dan semua lafadznya ada. Isim ini tidak pernah berubah baik mutsanna, jamak, mufrad ataupun isim yang ghairu aqil dan aqil. Berikut penjelasannya:

Man (مَنْ) 

Jenis lafadz ini digunakan saat Mutsanna Mudzakkar/Muannats, Mufrad Mudzakkar/Muannats, Jamak Mudzakkar/Muannats. Lafadz ini juga lebih banyak digunakan untuk isim aqil saja. Berikut contohnya: 

  • عَرَفْتُ مَنْ نَجَحَ
  • عَرَفْتُ مَنْ نَجَحَا

Ma (مَا) 

Lafadz ini juga sama seperti lafadz man. Namun, ma lebih banyak digunakan untuk isim yang tidak berakal dan dihukumi mabni sukun. Contoh: 

أَعْجَبَنِي مَا قَالهُ خَالدٌ وَ زَيْدٌ ((Sesuatu) yang dikatakan ( Kholid, Nurah, Para siswa/siswi telah membuatku kagum). Kata ma itu menunjukkan sesuatu yang dikatakan (tidak berakal). 

Ayyun ( أيّ) 

Untuk lafadz ini juga sama seperti yang lain. Hanya saja, lafadz ini lebih banyak dihukumi mu’rob atau harakat akhirnya bisa berubah. Contoh : 

أَعْطِهِ أَيَّ مُحْتَاجٍ (Berikan dia (apa) yang dibutuhkan)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *