Fiil Mujarrad dan Mazid : Pengertian, Pembagian dan Contohnya

Dalam mempelajari kitab kuning maka perlu memiliki landasan ilmu sharaf yang kuat. Ilmu sharaf merupakan syarat utama dalam mengkaji kandungan al-hadist dan al-qur’an. 

Salah satu ilmu sharaf yang harus dipahami diantaranya fill mujarrad dan mazid. Fiil ini terbagi menjadi beberapa bagian dan memiliki wazan (rumus pola) tertentu yang harus diketahui. 

Read More

Seperti halnya yang lain, wazan pada fiil ini harus dihafal untuk mempermudah membaca kitab kuning atau klasik. Untuk memudahkan maka di artikel ini juga disertai dengan contohnya. 

Pengertian Fiil Mujarrad dan Mazid

Fiil Mujarrad adalah fiil (kata kerja) yang hurufnya tidak ada tambahan. Karen tanpa tambahan maka wazan pada fiil ini tergolong cukup banyak. Selain itu bentuk dari fiil ini bisa berupa tiga huruf, empat huruf atau lebih.

Sedangkan fiil mazid adalah kata kerja yang ada tambahan huruf atau menggunakan huruf pendukung. Sebagaimana fiil lain, fiil mazid juga terbagi menjadi beberapa bagian dan ada rumus polanya juga. 

Macam-Macam Fiil Mujarrad

Fiil yang tanpa tambahan huruf ini terbagi menjadi beberapa bagian, diantaranya sebagai berikut:

Fiil Tsulatsi Mujarrad

Sesuai dengan namanya, fiil tsulasi mujarrad ini terdiri dari tiga huruf dan tidak ada tambahan huruf lain. Dalam ilmu sharaf, fiil ini terbagi menjadi 6 bab dan berikut penjelasan serta contohnya:

(BAB I : فعل يفعل )

Pada bab satu ini ciri-cirinya akan adanya ‘ain fiil yang dibaca fathah pada fi’il madzi. Sedangkan pada fi’il mudhorinya di baca dhommah dan memakai wazan فعل يفعل.

Lalu daftar lafadz yang masuk pada bab ini lebih banyak menggunakan fiil lazdim dan fiil muta’adi. Disebut fiil muta’addi jika ada kalimat yang membutuhkan maf’ul bih dan berikut contohnya 

نصرزيندعمروا :  Zaid telah menolong Amar

Sedangkan fiil ladzim adalah kalimat yang sama sekali tidak membutuhkan maf’ul bih dan berikut contohnya:

خرج زيد : Zaid telah keluar

( BAB II : فعل يفعل )

Pada bab dua ‘ain fiil di baca kasroh pada fiil mudlori dan dibaca fathah pada fiil madzinya. Lalu wazan yang digunakan pada bab ini ialah فعل يفعل dan untuk memudahkan berikut contohnya:

ضربت زيدا : Saya memukul Zaid.

(BAB III : فعل يفعل )

Tanda dari bab tiga ini ada pada ‘ain fiil yang dibaca fathah pada fiil mudhori dan fiil madzinya. Lalu untuk wazannya menggunakan فعل يفعل dan bentuknya bisa fiil mu’tadi dan fiil lazim. 

فتح زيد الباب : Zaid membuka pintu (contoh fiil mu’tadi)

 البذرنبت : Tumbuh itu benih (contoh fi’il lazim)

Selain ketentuan di atas, lam fiil dan ‘ain fiil juga harus berupa huruf halaq yang jumlahnya ada enam dan. Berikut daftar dan contoh dari huruf tersebut. 

عين, خاء, حاء, هاء, همزة غين

Contoh :

, يذهب, نشأ, ينشأ ذهب

(BAB IV : فعل يفعل )

Bagi bab IV ini fiil modhori dibaca fathah dan fiil madzi dibaca kasroh. Berikut wazannya فعل يفعل , kebanyakan di bab IV menggunakan fiil muta’adi dan fiil lazim dan berikut contohnya

علم زيد المسألة :  Zaid mengetahui masalah (contoh fiil muta’adi)

 زيدوجل : Zaid merasa takut (contoh fiil lazim)

( BAB V : فعل يفعل )

Tanda pada bab V ini ‘ain fiilnya dibaca dhommah bagi pada fiil mudhori; atau fiil madzi dan فعل يفعل. Lalu pada bab ini semuanya menggunakan fiil lazim sebab di bab ini dikhususkan pada fiil-fiil yang menunjukan watak. 

Karena itu pada bab ini tidak membutuhkan adanya maf’ul namun tetap berhubungan dengan fail. Sehingga hukum lazim pada bab ini tidak menggunakan isim maf’ul

(BAB VI : فعل يفعل )

Pada bab terakhir ini ‘ain fiilnya dibaca kasroh baik untuk fiil mudhori’ atau fiil madzi. Adapun wazan yang digunakan فعل يفعل. Lalu lafadznya juga bisa berupa fiil muta’adi dan fiil lazim dengan contoh sebagai berikut

حسب زيدعمرواالفاضل :  zaid menyangka Amr orang yang utama (contohnya fiil muta’adi)

ومق زيد :  zaid telah mabuk cinta (contoh fiil lazim)

Fiil Rubai Mujarrad

Sesuai dengan namanya, fiil ini menggunakan empat huruf asli (tanpa tambahan, seperti:

Contoh :           دخرج  يدخرج  دخرجة  

Fiil ini berbeda dengan sebelumnya dimana hanya terdiri dari 1 bab saja. Selain itu, lafadz yang menggunakan kata kerja tersebut rata-rata menggunakan fi’il muta’adi dan fiil lazim, berikut contohnya

دخرج زيدالحجر : Zaid menggelindingkan batu (contoh fi’il muta’adi )

دربج زيد : Zaid lari ketakutan (contoh fi’il lazim )

Macam-Macam Fiil Mazid

Fiil mazid ini hanya ada satu bagian yaitu fiil tsulatsi mazid atau kata kerja yang menggunakan huruf asli dan tambahan. Meski ada satu namun fiil tsulasi mazid ini terbagi menjadi tiga bagian yaitu:

Fiil Tsulasi Mazid Rubai

Sesuai namanya, fiil Tsulasi Mazid Rubai adalah fiil madzi yang terdiri dari 4 huruf dimana tiga hurufnya asli dan satunya tambahan. Lalu untuk huruf tambahannya ‘ain fiil (tasydid), alif dan ada diantara fa’ dan ‘ain fiil, hamzah qotho’. Berikut bab dan wazan yang ada di ketiga huruf tersebut:

  • Bab تفعيل yang berwazan فعل (a’in fi’il (tasydid)

Contohnya : اكرم : Asalnya كرم , ditambah hamzah awalnya

  • Bab مفعلة  yang berwazankan فاعل (alif yang ada diantara fa’ dan ‘ain fi’il)

Contohnya : فرح : Asalnya فرح , ditambahi ‘ain fi’ilnya, maksudnya untuk ta’diyah

  • Bab افعال  yang berwazankan افعل (hamzah Qotho)

Contohnya :  قاتل مقاتلة وقتالا : Asalnya قتل, ditambah alif, maksudnya untuk isytirak (bersama/bersekutu), seperti :

قتل (membunuh), قاتل (saling bunuh/perang)

Fiil Tsulatsi Mazid Khumasi

Kata kerja ini memiliki lima huruf dimana tiga hurufnya asli dan ada 2 tambahan huruf. Fiil ini juga terbagi menjadi 5 bab atau wazan dan berikut ulasannya 

  • Dimulai ta’ dan ‘ain fiilnya ditakrir dengan wazan تفعل mauzunnya تكسر تكسرا, contohnya كسر (pecah), تكسر (menjadi pecah)
  • Wazan تفعال, contohnya تباعد, dimana asalnya بعد (jauh) , تباعد (saling menjauh).
  • Wazan :  افعل, Contohnya : انقطع. Asalnya: قطع (putus), انقطع (menjadi putus).
  • Wazan افتعل, ditambah lafadz hamzah dan ta’, contohnya اجتمع اجتمعا. Dimana kata جمع (berkumpul), اجتمع (menjadi kumpul).
  • Wazan افعل ditambah hamzah dan takrar lam fi’il, contohnya: احمر احمرارا. Dengan asal حمر (merah), احمر (menjadi merah).

Fiil Tsulatsi Mazid Sudasi

Sesuai dengan namanya, fiil ini terdiri dari 6 huruf dimana 3 huruf asli dan 3 huruf tambahan. Fiil ini juga terdiri dari 5 bab dan berikut ulasannya:

  • Wazan استفعل , lalu ada tambahan hamzah, sin dan ta seperti lafadz  استخراجا استخرج, dari kata asal خرج  artinya keluar.
  • Wazan افعال, dan ada tambahan hamzah alif dan takrar lam fi’il serta diidghamkan. Seperti : احمار, dari kata asal حمر artinya merah, احمار (bertambah merah).
  • Wazan افعوعل, dan ada tambahan hamzah, takrar ‘ain fi’il dan wawu ditengahnya, mauzunnya lafadz : اعشوشب. Dari kata asal عشب (rumput tumbuh)
  • Wazan افعنلل, dengan tambahan nun. Hamzah dan lam takrar fi’ilnya serta diidghamkan. Dari kata asali قسغ menjadi; اقعنسس 
  • Wazan افعنلي, Dengan tambahan hamzah, nun dan ya’ yang ditukar kepada alif maqsurah. Contoh اسلنقي dengan kata asal سلق menjadi اسلنقي 

Jadi fiil mujarrod dan mazid ini terbagi menjadi beberapa bagian, bab dan menggunakan wazan (rumus pola) tertentu. Namun secara sederhana, fiil mujarrod ini tidak ada huruf tambahan sedangkan fiil mazid ada huruf tambahan di belakangnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *