Fa’il Adalah Isim yang Dibaca Rafa’ dan Berikut Pembagiannya

Di dalam bahasa arab, ada cukup banyak istilah dan diantaranya fail. Fail adalah isim yang cara membacanya dibaca rofa’. Dikatakan demikian karena kalimat tersebut jatuhnya setelah fi’il mabni ma’lum. Dengan bentuk yang seperti itu maka kata yang jatuhnya setelah fi’il majhul disebut dengan naibul fail. 

Bagi kamu ingin mendalami bahasa Arab, fail merupakan suatu hal yang wajib diketahui secara detail. Sebab, ini merupakan materi dasar yang harus dikuasai oleh seseorang saat belajar bahasa Arab. Tujuannya agar memudahkan kamu ketika membaca atau memaknai kata dan kalimat dalam bahasa Arab. 

Read More

Fail Adalah

Fail di dalam bahasa Arab selamanya harus dibaca rafa’ dan jatuhnya setelah fi’il (kata kerja). Sedangkan, rafa memiliki empat ciri atau alamat, yakni menggunakan Wawu, Alif, Nun dan Dhommah. 

Contohnya: 

 يَنْصُرُ زَيْدٌ عَمْرًا 

Pada kalimat tersebut, 

يَنْصُرُ  = berupa fi’il mudhari (atau suatu pekerjaan yang sedang atau akan dilakukan). 

زَيْدٌ = isim fail (pelaku pekerjaan)

عَمْرًا= Maf’ul bih (objek pekerjaan dari pelakunya)

Secara umum, contoh kalimat di atas masuk dalam kategori isim Mufrad. Namun, kalimat itu bisa menjadi Isim Tasniyah jika alamat dhommah dijadikan Alif. Jika seperti ini maka bentuk kalimatnya sebagai berikut:

يَنْصُرُ الزَّيْدَانِ عَمْرًا

(dua zaid sedang atau akan menolong Amr)

Perbedaannya, pada contoh kalimat pertama hanya ada satu zaid dan di kalimat kedua menggunakan dua zaid. Sehingga, pada kalimat kedua bisa juga berlaku jama’.

Pembagian Fail

Secara umum, fail terbagi menjadi dua golongan dan berikut ulasan selengkapnya:

Fa’il Isim Dhahir 

Fail isim dhahir adalah isim yang keberadaannya tidak mengikat dan bukan kata ganti dia, kamu, mereka, kalian dan yang lainnya. Untuk memudahkan berikut contoh lengkapnya:

  1. جَاءَ زَِيْدٌ (Zaid telah datang)
  • Kata  جاء sebagai Fi’il Madhi (Pekerjaan yang sudah lampau). 
  • Kata  زيد sebagai Fa’il Isim Dhahir (Pelaku pekerjaan)
  • Fail pada kalimat tersebut dibaca rafa’ karena ditandai dengan adanya dhommah. Sebab, kalimat tersebut bentuknya Isim Mufrad (isim yang menunjukkan arti tunggal). 
  1. جاءَ زَِالزَّيْدَانِ (Dua Zaid telah datang) 
  • Kata  زَِالزَّيْدَانِ sebagai fail Isim Dhohir, sebab menggunakan alif dan bentuknya isim tasniyah. 
  1. جاءَ الزَّيْدُوْنَ (Zaid banyak telah datang) 
  • Kata الزَّيْدُوْنَ sebagai fail Isim Dhahir. Sebab ada alamat wawu dan bentuknya jamak mudzakkar salim (maknanya lelaki yang banyak).

Untuk memahami lebih jelas, berikut beberapa contohnya:

  • قَامَ زَيْدٌ: Zaid telah berdiri.
  • يَقُومُ الزَّيْدَانِ: Dua Zaid sedang/akan berdiri.
  • يَقُومُ زَيْدٌ: Zaid sedang/akan berdiri.
  • يَقُومُ الزَّيْدُونَ: Banyak Zaid sedang’akan berdiri.
  • قَامَ اَلرِّجَالُ: Banyak lelaki telah berdiri.
  • يَقُومُ اَلرِّجَالُ: Banyak lelaki sedang/akan berdiri.
  • قَامَتْ هِنْدٌ: Hindun telah berdiri.
  • قَامَ الزَّيْدَانِ: Dua Zaid telah berdiri.
  • قَامَ الزَّيْدُونَ: Banyak Zaid telah berdiri.
  • قَامَتْ اَلْهِنْدُ
  • قَامَ أَخُوكَ
  • يَقُومُ أَخُوكَ
  • قَامَ غُلَامِي
  • يَقُومُ غُلَامِي
  • قَامَتْ الْهِنْدَانِ
  • تَقُومُ الْهِنْدَانِ
  • قَامَتْ الْهِنْدَاتُ
  • تَقُومُ الْهِنْدَاتُ
  • قَامَتْ اَلْهُنُودُ
  • تَقُومُ اَلْهُنُودُ

Fail Isim Dhomir

Dalam bahasa Arab, Fail Isim Dhomir sering juga disebut sebagai Fail Mudhmar. Jenis fail ini adalah memiliki lafadz yang maknanya bisa menunjukkan pada ghaib, mukhatab atau mutakallim. Berikut penjelasan dari ketiga Isim yang dijelaskan tersebut:

Mutakallim

Di dalam ilmu Nahwu, Mutakallim dibagi menjadi dua bagian. Pertama, Wahdah. yaitu اَنَا  (Saya). Kedua, ada Ma’al Ghair. yaitu: نَحْنُ (Kami/kita)

Mukhatab

Dalam bahasa Arab, mukhatab bermakna orang yang diajak bicara. Isim dhomir jenis ini digolongkan menjadi lima bagian, yakni:

  • أَنْتَ (Kamu laki-laki)
  • أَنْتُمْ  (Kalian laki-laki)
  • أَنْتُنَّ (Kalian Perempuan)
  • أَنْتِ (Kamu Perempuan)
  • أَنْتُمَا (Kami berdua laki-laki/perempuan)

Ghaib

Sesuai dengan namanya, jenis isim ini digunakan jika orang yang diajak bicara tidak ada. Secara umum, golongan yang dikategorikan sebagai isim jenis ini, diantaranya sebagai berikut:

  • هُوَ (Dia laki-laki)
  • هِيَ (Dia perempuan)
  • هُمَا (Mereka berdua laki-laki/perempuan)
  • هُمْ (Mereka banyak untuk laki-laki)
  • هُنَّ (Mereka banyak untuk Perempuan)

Kesesuaian Fi’il dan Fail

Dalam kaidah bahasa Arab, fi’il dan fail ini memiliki kesesuaian. Keduanya bisa bertemu secara langsung atau tidak langsung. Bila bertemu langsung, keduanya harus ada kesesuaian baik dari segi muannats atau mudzakkar. 

Mudzakkar

Untuk pemahaman lebih lanjut, berikut contoh dari kalimat mudzakkar:

قَامَ زَيْدٌ

زَيْدٌ sebagai isim mudzakkar. Dikatakan demikian karena fi’il pada kata tersebut adalah mudzakkar. Perlu diketahui bahwasanya, fi’il dalam bahasa Arab tidak menggunakan ta’ ta’nits sakinah. Untuk memahami lebih detail, berikut contoh isim mudzakkar:

  • يَقُومُ زَيْدٌ
  • قَامَ الزَّيْدَانِ
  • يَقُومُ الزَّيْدَانِ
  • قَامَ الزَّيْدُونَ
  • يَقُومُ الزَّيْدُونَ

Muannats

Untuk contoh kalimat, Isim muannats bisa dilihat pada kalimat berikut:

قَامَتْ هِنْدٌ

هِنْدٌ adalah fail isim muannats. Karena failnya sudah muannats maka fi’ilnya (قَامَتْ) juga muannats. Salah satu tandanya, kata itu menggunakan ta’ ta’nits sakinah pada akhir katanya. 

Fa’il Tidak Selalu Jatuh Setelah Fi’il

Pada contoh di atas, fail selalu jatuh setelah kalimat fi’il. Namun, dalam bahasa Arab, ketentuan itu tidak bersifat tetap. Fail bisa saja tidak jatuh setelah fi’il jika kondisinya demikian:

Jika Fail Muannats, Fiil Bisa Mudzakkar Atau Muannats

Untuk memahami, kamu bisa memahami beberapa contoh pada kalimat berikut:

يَخْرُجُ مِنَ الْمَسْجِدِ بَعْدَ صَلَاةِ الْمَغْرِبِ الْأُسْتَاذَةُ

Failnya pada kalimat itu adalah الْأُسْتَاذَةُ,  dan bentuknya isim muannats. Dalam kalimat ini fi’ilnya يَخْرُجُ .( isim mudzakkar). Hal ini boleh berbeda karena antara fail dan fi’ilnya terpisah. Selain itu, fi’il bisa juga muannats dan kalimatnya bisa disusun sebagai berikut:

تَخْرُجُ مِنَ الْمَسْجِدِ بَعْدَ صَلَاةِ الْمَغْرِبِ الْأُسْتَاذَةُ

Jika Fail Mudzakkar, Fiil Harus Mudzakkar Gak Boleh Muannats

Selain kondisi di atas, jika fa’il mudzakkar maka fi’il harus mudzakkar atau tidak boleh muannats, berikut contohnya:

يَخْرُجُ مِنَ الْمَسْجِدِ بَعْدَ صَلَاةِ الْمَغْرِبِ الْأُسْتَاذُ

Pada kalimat tersebut, fi’ilnya tidak boleh menggunakan takhruju tetapi harus yakhruju. 

Contoh Fa’il di Dalam Al-Qur’an

Perlu diketahui, bahwasanya di dalam al-qur’an terdapat beberapa fail dan berikut ulasannya:

  • اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا سَوَاۤءٌ عَلَيْهِمْ ءَاَنْذَرْتَهُمْ اَمْ لَمْ تُنْذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُوْنَ. كَفَرُوْا  ( Al-Baqarah :6). Kata  كَفَرُوْا pada kalimat tersebut adalah fa’il isim dhomir dan ditandai dengan adanya wawu jamak. 
  • خَتَمَ اللّٰهُ عَلٰى قُلُوْبِهِمْ وَعَلٰى سَمْعِهِمْ. (Al-Baqarah : 7). Kata اللّٰهُ adalah fa’il isim dhahir. 
  • فَزَادَهُمُ اللّٰهُ مَرَضًاۚ. (Al-baqarah : 10), قَالُوْٓا اِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُوْنَ (Al-baqarah : 11). Kata  اللّٰهُ dan قَالُوْٓ adalah fail isim dhomir yang ditandai dengan adanya wawu jamak. 
  • نَزَّلَ عَلَيْكَ الْكِتٰبَ بِالْحَقِّ (Al-imran : 3). Kata نَزَّلَ berupa fail isim dhomir dengan mustatir mujuban. 

Jadi fail adalah suatu kalimat yang dibaca rafa’ dan jatuhnya setelah fi’il (kata kerja). Sehingga, jika fa’ilnya menggunakan mudzakkar maka fi’ilnya juga harus mudzakkar. Secara umum, fa’il dibagi menjadi dua bagian yaitu fail dhomir dan fail dhohir. Untuk fa’il dhomir masih dibagi menjadi tiga bagian, yakini ghaib, mukhatab dan mutakallim. 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *