Contoh Mudhof dan Mudhof Ilaih Lengkap Dengan Pengertiannya

Dalam membaca bahasa Arab maka perlu memahami terkait mudhof dan mudhof ilaih. Sebagai orang yang masih awam akan kaidah itu maka perlu contoh mudhof dan mudhaf ilaih. Contoh terkait kaidahnya bisa dalam bentuk kalimat bahasa Arab dan ayat di dalam Al-Qur’an. 

Selain itu,suatu kalimat disebut mudhof jika memenuhi syarat dan ini perlu dipahami oleh pembaca. Belum lagi tidak semua lafadz disebut mudhof sehingga perlu pemahaman lebih lanjut bagi yang ingin mendalami dalam membaca kitab kuning. 

Read More

Apa itu Mudhof?

Mudhaf dan mudhof ilaih jika diartikan dalam bahasa Indonesia itu disebut kata majmuk. Bila diartikan mudhof itu berarti gabungan dua kata atau lebih yang punya satu makna. 

Kata yang ada di dalam mudhof ini berupa kata benda atau di dalam bahasa Arab diistilah dengan isim. Sehingga mudhof ini dibentuk dari beberapa isim yang sering disebut idhofah. 

Maka dari itu bila dalam suatu kalimat ada dua isim maka kata pertama disebut mudhaf. Sedangkan kata kerja (isim) keduanya disebut sebagai mudhof ilaih. 

Namun bila ada 3 isim dalam satu kalimat maka kata pertama menjadi mudhof ilaih. Sedangkan isim kedua menjadi mudhof ilaih pada isim pertama dan isim yang ketiga. 

Lalu untuk isim yang ketiga langsung menjadi mudhof ilaih dari isim kedua. Kemudian bentuknya bisa isim mufrad mutsanna jamak, isim mudzakkar muannats dan isim zorof. 

Perbedaan Mudhaf dan Mudhaf Ilaih

Meski sama-sama terdiri dari kata sifat namun mudhaf dan mudhaf ilaih ada beberapa perbedaan diantaranya:

Mudhaf Mudhaf Ilaih
Setiap mudhaf tidak boleh menggunakan tanwin Mudhaf ilaih boleh menggunakan tanwin atau lebih dikenal sebagai isim nakirah
Mudhaf selalu menggunakan isim ma’rifah dan itu karena berposisi sebagai mudhaf Mudhaf ilaih kondisinya selalu majrur
Mudhaf tidak boleh memakai partikel alif lam ma’rifat Mudhaf ilaih boleh menggunakan partikel alif lam ma’rifat
Harakat huruf bisa berubah sesuai posisi pada kalimat Harakat huruf tidak dapat berubah

 

Contoh Mudhof dan Mudhof Ilaih

Untuk memahami terkait mudhof dan mudhof ilaih maka perlu adanya contoh seperti di bawah ini:

Mudhaf yang Marfu’ dan Manshub

إِنَّ قَلَمَ المُدَرِّسِ مَكْسُورٌ  

Artinya: Sesungguhnya pena milik guru itu patah.

Pada kalimat di atas, kata qalama ini manshub sebab diawali dengan inna. Maka dari itu kata qalama ini disebut mudhaf sedangkan al-mudarrisi adalah mudhaf ilaih. Dikatakan demikian karena kata itu keadaannya majrur dan ditandai dengan adanya kasrah. 

Mudhaf yang majrur 

القَلَمُ عَلَى مَكْتَبِ المُدَرِّسِ  artinya: Pena itu ada di atas mejanya guru.

Kata ‘ala adalah huruf jar sedangkan maktabi majrur sebab didahului oleh huruf jar. Maka dari itu maktabi itu mudhof sedangkan al-mudarrisi majrur karena didahului mudhaf ilaih. 

Mudhaf Ilaihi Yang Ma’rifah 

قَلَمُ الطَّالِبِ  artinya bulpennya murid itu. 

Pada kalimat di atas kata qalamu sebagai mudhaf dan at-thalibi itu mudhaf ilaih. Lalu kata at-thalibi pada kalimat itu disebut ma’rifah sebab di dalamnya ada partikel al

Mudhaf ilaih yang nakirah

قَلَمُ طَالِبٍ  artinya bulpennya seorang murid.

Pada kalimat ini qalamu sebagai mudhaf dan thalibin disebut mudhaf ilaih. Disebut demikian kata kata thalibin menggunakan tanwin sehingga disebut isim nakirah. 

مَنْ  (man) sebagai mudhaf ilaih

Man yang sebagai mudhaf ilaih ini bentuknya mabni atau mabniyyun dan harakatnya tidak berubah menjadi majrur. Untuk memudahkan berikut contoh kalimatnya:

قَلَمُ مَنْ هّذَا ؟  = qalamu man hadza?, artinya: Pena siapa ini?

Pada kalimat tersebut, qalamu sebagai mudhaf dan man sebagai mudhaf ilaih. Pada kalimat tersebut man juga sebagai mabni sehingga tetap dan tidak berubah menjadi majrur. 

Mudhaf-Mudhaf Ilaih (Idhafah)

Untuk memudahkan, berikut beberapa contoh kalimat yang terdiri dari beberapa mudhaf:

مَسْجِدُ رَسُوْلِ اللَّهِ artinya masjidnya rasul Allah

Masjidu sebagai mudhaf dan rasuuli adalah mudhaf ilaihi. Namun kata rasuuli pada kalimat ini sebagai mudhaf dan mudhaf ilaihinya adalah Allahi. Maka dari itu rasuuli sebagai majrur dan Allahi juga majrur.

Macam-Macam Idhofah

Di dalam kaidah bahasa arab, idhofah terbagi menjadi beberapa macam, diantaranya sebagai berikut

Idhofah ma’nawiyah

Jenis idhafah ini biasa disebut idhofah mahdhoh. Secara istilah idhofah adalah kalimat yang mudhofnya bukan berupa isim sifat dan mudhof ilaihnya bukan ma’mulnya. Contoh: غُلاَمُ زَيْدٍ , كاَتِبُ الْقاَضِى

Idhofah lafdziyah

Idhofah lafdziyah sering disebut idhafah ghairu mahdhah. Arti dari idhofah ini adalah mudhofnya berupa isim sifat (isim fail, isim maf’ul,), sedangkan mudhof ilaihnya sebagai ma’mulnya. Contoh : حَسَنُ الْوَجْهِ

 

Mudhaf dan Mudhaf Ilaih di Dalam Al-Qur’an

Surat An-Nashr

إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ  (Qs. an-Nashr:1)

نَصْرُ اللَّهِ artinya pertolongan Allah

نَصْرُ adalah mudhaaf, dan اللَّهِ  mudhaaf ilaih

Surat Al-A’raaf

وَإِلَىٰ ثَمُودَ أَخَاهُمْ صَالِحًا ۗ قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ ۖ قَدْ جَاءَتْكُم بَيِّنَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ ۖ هَٰذِهِ نَاقَةُ اللَّهِ لَكُمْ آيَةً ۖ فَذَرُوهَا تَأْكُلْ فِي أَرْضِ اللَّهِ ۖ وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوءٍ فَيَأْخُذَكُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ    (Qs. al-A’raaf:73)

نَاقَةُ اللَّه  artinya untanya Allah.

نَاقَةُ  adalah mudhaf, اللَّهِ sebagai mudhaf ilaih.

Contoh Idhafah di Dalam Al-Qur’an

Lalu untuk kalimat mudhaf ygn lebih dari satu atau idhafah contohnya ada di beberapa surat berikut

Surat Al-Mulk

– كُلِّ شَيْءٍ

kulli : mudhaf

syai-in : mudhaf ilaih

– سَبْعَ سَمَاوَاتٍ

sab’a : mudhaf 

samaawaati : mudhaf ilaih

– عَذَابَ السَّعِيرِ

‘adzaba : mudhaf

as-sa’iir : mudhaf ilaih

Selain kalimat di atas sebenarnya masih banyak lagi contoh lafadz lain di surat Al-Mulk. 

Surat Al-Baqarah

قَبْلِكَ 

قبْل = mudhaf

كَ = mudhaf ilaih

 

رَبِّهِمْ 

رَبّ = mudhaf 

هِمْ = mudhaf ilaih

 

قُلُوبِهِمْ

قُلُوب = mudhaf

هِمْ = mudhaf ilaih

 

أَصْحَابُ النَّارِ

أَصْحَابُ = mudhaf

النَّارِ = mudhaf ilaih

Jadi contoh mudhof ini bisa berupa percakapan sehari-hari dan ada juga di dalam Al-Qur’an. Pemahaman ini perlu diketahui agar kamu bisa mengetahui bagaimana cara membaca kalimat tersebut. 

Selain mudhof ada juga istilah lain seperti mudhaf ilaih dimana keduanya memiliki perbedaan. Misalnya mudhaf tidak boleh menggunakan tanwin sedangkan mudhof ilaih boleh menggunakan tanwin. Selain itu, mudhof umumnya menggunakan isim ma’rifat dan mudhof ilaih ciri-cirinya berupa isim nakirah.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *