Contoh Jamak Taksir dan Pengertiannya

Dalam mempelajari bahasa, kamu juga harus memahami kata bentuk plural atau jamak. Di dalam kaidah bahasanya, jamak terbagi menjadi dua yaitu yang bentuknya beraturan dan tidak beraturan. 

Untuk jamak yang bentuknya tidak beraturan sering juga disebut jamak taksir. Untuk memahami kaidah ini maka perlu adanya contoh jamak taksir baik dalam percakapan atau di dalam al-qur’an. 

Read More

Sedangkan jamak yang bentuknya beraturan terbagi menjadi dua yaitu jamak muannats salim dan jamak mudzakkar salim. Namun kali ini lebih banyak mendalami jamak taksir baik dari contoh dan pengertiannya. 

Apa itu Jamak Taksir?

Kata jamak di dalam bahasa Arab berarti banyak, sedangkan taksir memiliki arti pecah. Dengan demikian jamak taksir adalah suatu kata di dalam bahasa Arab yang bentuk katanya dipecah sehingga dari sisi artinya bisa berbeda-beda. 

Lalu secara istilah, jamak taksir adalah lafadz yang bisa berubah dari bentuk mufradnya. Karena itu di dalam bahasa arab, jamak taksir sering disebut kata yang bentuknya tidak beraturan. 

Dengan demikian jamak taksir ini dari sisi katanya mengalami banyak perubahan dari bentuk tunggalnya. Selain itu, jamak ini tidak memiliki tanda khusus sehingga kamu perlu mengingat pola-polanya saja. 

Contoh Jamak Taksir

Untuk lebih memahami akan kata yang tidak beraturan ini maka berikut beberapa contoh jamak taksir:

Jamak Taksir dengan I’rob Rofa’

Karena menggunakan i’rob rofa’ maka bentuk perubahannya ada pad dhommah dan berikut contoh lengkapnya:

  • تِلْكَ اَقْلَامٌ bermakna pulpen-pulpen
  • الطُّلَّابُ فِي الفَصْلِ bermakna murid-murid
  • تِلْكَ الْجِبَالٌ bermakna gunung-gunung

Jamak Taksir Dengan I’rab Jar

Bentuk dari jamak taksir bisa juga dengan i’rob jar atau i’rob khofadh. Bentuk perubahannya ada pada yang bertanda kasroh dan berikut contoh lengkapnya:

  • قَلَمِي عَلَى الكُتُبِ maknanya bullpen saya di atas buku-buku
  • جَلَسْنَ عَلَى الطَّاوِلَةِ maknanya kami telah duduk di atas meja-meja
  • نُمْنَافِى الجِبَالِ maknanya ami telah tidur di gunung-gunung

Jamak Taksir dengan I’rob Nashob

Bentuk lain dari jamak taksir bisa juga berupa i’rob nashab dan berikut contoh lengkapnya:

  • صَنَعنَا مَنَازِلَ جَدِيْدَةً kami telah membuat rumah-rumah yang baru
  • اَعْطَيْنَا اللأَطْفَالَ مَلَابِسَ Kami telah memberti anak-anak pakaian.
  • اَشْتَرِيْنَا نَظَارَاتً مِنَ السُّوْقِ Kami telah membeli gelas-gelas di pasar

Jamak Taksir Dalam Percakapan Bahasa Arab

Untuk lebih memahami jamak taksir bisa dilihat pada percakapan bahasa Arab dan berikut ulasannya:

  • كَمْ مَسَاجِدُ فِى الْمَدِيْنَة Berapa masjid di kota ini?
  • اَرْبَعُ مسَاجِدُ الْاَكْبَر فِى هَذِهِ الْمَدِينَةَ terdapat 4 masjid besar di kota ini.
  • اَيْنَ كُتُبُ الْعَرَبِيَّة يَامُحَمَّد؟ Dimana buku-buku bahasa Arab wahai Muhammad?
  •  كُتُبُ الْعَرَبِيَّة فِى الْمَكْتَبُ Buku-buku bahasa Arab di Perpustakaan

Contoh Jamak Taksir di Dalam Al-Qur’an

Jamak taksir bisa juga kamu temui di dalam al-Qur’an dan berikut daftar lengkapnya:

  • وَحَرَّمْنَا عَلَيْهِ الْمَرَاضِعَ مِنْ قَبْلُ فَقَالَتْ هَلْ اَدُلُّكُمْ عَلٰٓى اَهْلِ بَيْتٍ يَّكْفُلُوْنَهٗ لَكُمْ وَهُمْ لَهٗ نَاصِحُوْنَ (Al-Qasas: 12), kata al-maradhi’ bermakna perempuan-perempuan 
  • وَلَمْ يَكُنْ لَّهُمْ مِّنْ شُرَكَاۤىِٕهِمْ شُفَعٰۤؤُا وَكَانُوْا بِشُرَكَاۤىِٕهِمْ كٰفِرِيْنَ (Ar-Rum :13) kata kata syurakaihim bermakna berhala-berhala mereka. 
  • وَلَوْ اَنَّ مَا فِى الْاَرْضِ مِنْ شَجَرَةٍ اَقْلَامٌ وَّالْبَحْرُ يَمُدُّهٗ مِنْۢ بَعْدِهٖ سَبْعَةُ اَبْحُرٍ مَّا نَفِدَتْ كَلِمٰتُ اللّٰهِ (Al-Luqman :27) aqlamun bermakna pena-pena
  • يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَدْخُلُوْا بُيُوْتَ النَّبِيِّ اِلَّآ اَنْ يُّؤْذَنَ لَكُمْ اِلٰى طَعَامٍ غَيْرَ نٰظِرِيْنَ اِنٰىهُ (Al-Ahzab : 53) kata buyuta bermakna rumah-rumah
  • يَعْمَلُوْنَ لَهٗ مَا يَشَاۤءُ مِنْ مَّحَارِيْبَ وَتَمَاثِيْلَ وَجِفَانٍ كَالْجَوَابِ وَقُدُوْرٍ رّٰسِيٰتٍۗ (As Saba’: 13) kata yang bercetak tebal bermakna gedung-gedung, patung-patung dan periuk-periuk

Macam-Macam Jamak Taksir

Pembagian dan wazan yang ada di jamak taksir ini terbagi menjadi beberapa bagian, diantaranya:

Jamak Qillah

Jamak qillah adalah suatu kata yang emmpunya makna bilangan antara tiga hingag sepuluh. Contoh dari jamak ini diantara ada pada kata (أحمال). Lalu jamak ini juga terbagi menjadi beberapa wazan, seperti:

  • Wazan أفعل contohnya seperti kata (أنفس- أذرع)
  • Wazan أفعال contohnya seperti kata (أجداد – أثواب)
  • Wazan أفعلة  contohnya seperti kata (أعمادة – أنصبة)
  • Wazan فِعلة contohnya seperti kata (فتية – شيخة)

Jamak Kasrah

Pembagian lain dari jamak taksir diantaranya ada jamak kasrah yang makna mulai dari tiga hingga tak terhingga. Secara umum, jamak ini terdiri dari 16 wajan shighot muntahal jumu’

Sighat ini merupakan jamak taksir yang mempunyai huruf alif di dalamnya. Lalu setelah diikuti dengan huruf yang berharakat kasrah. Kemudian pada bagian tengahnya menggunakan harakat sukun, seperti ( دراهم – دنايير). Untuk lebih jelasnya berikut beberapa rincian dari wazan jamak kasrah ini:

  1.  Wazan فِعَل dikiaskan pada isim atas wazan (فِعْلَة) contoh حِجَّة حِجَج، كِسْوَة كِسَر، بِدْعَة بِدَع dan قِطْعة قِطَع terkadang datang jama’ (فِعْلة) atas wazan no-3, contohnya لِحْية لُحَى dan حِلْيَة لُحَى
  2. Wazan فُعَلة dikiaskan pada sifat, mudzakkar, berakal, atas wazan (فاعِل) mu’tal lamnya, contoh رامٍ رُماة، قاضٍ قُضاة، غازٍ غُزاة dan داعٍ دُعاة
  3. Wazan فَعْلى dikiaskan pada semua sifat yang menunjukkan makna “kebinasaan, sakit, dan aib” yaitu :
  • Diatas wazan (فَعِيل) bermakna (مَفْعُول) contoh قَتِيل قَتْلى، جَرِيح جَرْحَى dan صَرِيع صَرْعَى
  • Wazan (فَعِيل) bermakna (فَاعِل) contoh مَرِيض jama’nya مَرْضَى
  • Wazan (فَعِل) contohnya زَمِن jama’nya زَمْنَى
  • Wazan (فـاعِل) contohnya هَالِك jama’nya هَلْكَى
  • Wazan (فَيْعِل) contohnya مَيِّت jama’nya مَوْتى
  • Wazan (أَفْعَل) contohnya أَحْمق jama’nya حَمْقَى
  • Wazan (فَعْلان) contohnya سَكْران jama’nya سَكْرَى
  1. Wazan فِعَلَة banyak pada wazan (فُعْل) shohih lamnya, contoh قُرْط قِرَطَة، دُرْج دِرَجَة، دُبّ دِبَبَة dan كُوْز كِوَزَة kadang datang pada jama’ wazan (فِعْل) shahih lamnya, contoh قِرْد قِرَدَة، قِطّ قِطَطَة، هِرّ هِرَرَة dan فِيْل فِيَلَة lebih sedikit lagi dari wazan (فَعْل) contoh غَرْد jama’nya غِرَدَة
  2. Wazan فُعَّل dikiaskan pada sifat atas wazan (فاعل فاعلة) shohih lamnya, contohnya رَاكِع رَاكِعَة jama’nya رُكَّع dan سَاجِد سَاجِدة jama’nya سُجَّد dan خَاشِع خَاشِعَة jama’nya خُشَّع
  3. Wazan فُعَّال dikiaskan pada sifat, mudzakkar, shahih lam, atas wazan (فاعِل) contohnya كَاتِب كُتَّاب، قَارِئ قُرَّاء، عَاذِل عُذَّال dan صَائِم صُوَّام terkadang datang pada mu’tal lam mudzakkar contohnya غازٍ غُزَّاء dan سارٍ سُرَّاء

Perubahan Jamak Taksir

Jamak taksir bisa mengalami perubahan pada bagian mufradnya. Bentuk perubahan itu bisa karena pengurangan huruf, penambahan dan perubahan harakatnya. Secara umum perubahan itu semua terdiri dari enam macam dan berikut penjelasannya:

  1. Perubahan karena ditambah hurufnya, Contoh صِنوٌ : صِنْوَانٌ
  2. Perubahan karena dikurangi hurufnya, Contoh  نِعْمَةٌ  :  نِعَمٌ
  3. Perubahan harakatnya saja, Contoh  أَسَدٌ   :  أُسُدٌ
  4. Perubahan karena ditambah hurufnya dan diubah harakatnya, Contoh  رَجُلٌ  :  رِجَالٌ
  5. Perubahan karena dikurangi hurufnya dan diubah harakatnya, Contoh  رَسُوْلٌ  :  رُسُلٌ
  6. Perubahan karena ditambah hurufnya dan dikurangi hurufnya serta diubah harakatnya., Contoh غُلاَمٌ  :  غِلْمَانٌ 

Jadi contoh jamak taksir bisa dilihat pada i’rob, jar, nashabnya dalam bahasa Arab. Selain itu, wazan (rumus polanya) memang harus dihafal agar lebih mudah diaplikasikan dimana satu kata bisa memiliki banyak makna.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *